5 Cara Membuat CV yang Menarik agar HRD Melirik!

Layaknya PDKT dengan gebetan, Curriculum Vitae atau CV merupakan sarana PDKT awal dari HRD dengan calon pelamar. HRD akan mengenalmu terlebih dahulu s
Promo.web.id - Layaknya PDKT dengan gebetan, Curriculum Vitae atau CV merupakan sarana PDKT awal dari HRD dengan calon pelamar. HRD akan mengenalmu terlebih dahulu sebelum bertemu langsung lewat CV.

sumber:pixabay

Sering kali para jobseeker mengeluh karena setiap melamar pekerjaan tidak pernah dipanggil wawancara. Bisa jadi CV-mu yang menjadi penyebabnya karena tidak menarik perhatian mereka. Jadi, mengetahui tips agar CV-mu lebih mudah dilirik HRD sangatlah penting. Lalu, seperti apa tipsnya?

Buat tampilan CV tetap simpel namun menarik

Hal salah kaprah saat membuat CV adalah dengan mementingkan estetik namun tidak memerhatikan kemudahan membacanya. Terlalu banyak gimmick atau ‘hiasan’ justru membuat HRD bingung saat menyeleksi CV kamu.

Contohnya seperti indikator skill berupa grafik, bintang, diagram, atau apapun itu. Cukup tulis skill kamu dengan sederhana agar memudahkan HRD membacanya. Tetap boleh menggunakan template CV yang banyak tersedia, tapi tetap gunakan yang sederhana dan menarik.

Usahakan memakai ukuran huruf yang profesional dalam CV kamu. Hindari jenis font yang childish atau sulit dibaca, seperti Comic Sans, Papyrus, dsb. Terdengar sepele memang, tapi hal ini juga berpengaruh agar HRD tidak pusing saat melakukan screening.

Kamu bisa menggunakan font yang lazim digunakan seperti Arial, Calibri, dan Times New Roman. Ukuran font ideal antara 12-18 poin agar jelas dan mudah terbaca.

Pastikan isi CV singkat, padat, dan jelas

Kamu tidak perlu menuliskan secara panjang lebar tentang dirimu. Konten yang biasa dicantumkan di dalam CV adalah:
  • Identitas diri (nama lengkap, alamat, nomor telepon dan alamat email)
  • Riwayat pendidikan (pendidikan terakhir, jurusan, dan IPK)
  • Tentang saya (gambaran singkat tentang karakter dirimu)
  • Keterampilan/skill (keterampilan yang bisa menunjang pekerjaan)
  • Pengalaman kerja (hal yang sudah kamu lakukan dan selesaikan pada pekerjaan/proyek sebelumnya, atau penghargaan yang pernah kamu dapatkan)
  • Pelatihan terbaru (pelatihan yang telah diikuti 2-3 tahun terakhir)
Agar CV kamu lebih nyaman dibaca saat screening oleh HRD, usahakan untuk menuliskan segala konten di atas dengan singkat, padat, dan jelas.

Untuk alamat tidak perlu ditulis lengkap, agar menghindari penyalahgunaan data. Mungkin kamu cukup menuliskan daerah domisili. Jika perusahaan membutuhkan alamat lengkap, baru kamu bisa sampaikan langsung ke HRD.

Tanggal lahir juga tidak perlu dicantumkan, ini untuk menghindari bias saat HRD melihat bahwa kamu terlalu muda atau terlalu tua untuk posisi yang dilamar, dan menghindari penyalahgunaan data juga.

Usahakan cantumkan informasi penting dan pengalaman kerja di bagian atas

Waktu yang dibutuhkan oleh recruiter atau HRD saat screening bisa kurang dari 5 detik. Hargai waktu dan mudahkan mereka dengan menaruh informasi penting dan pengalaman kerja di bagian atas.

Untuk itu, tempatkan informasi seperti nama lengkap, kemudian cantumkan informasi seperti alamat, nomor telepon, email, dan riwayat pendidikan. Serta pengalaman kerja terbaru urutkan paling atas, kemudian yang lebih lama ditaruh di bawahnya.

Usahakan cantumkan pengalaman yang relevan, jangan sampai pengalaman waktu sekolah juga kamu taruh di CV. Kelamaan, guys! Maksimal 5 tahun pengalaman kerja yang bisa kamu taruh di CV, disesuaikan dengan posisi yang kamu lamar.

Pastikan juga cantumkan kontak yang aktif, baik nomor telepon dan email, jangan sampai HRD kesulitan menghubungimu, padahal CV kamu sudah menarik hati mereka.

Cek tata bahasa, jangan sampai typo!

Sebelum melamar, cek tata bahasa CV kamu terlebih dahulu. Usahakan bebas dari salah grammar dan bebas typo.

Karena hal ini bisa menunjukkan bahwa kamu kurang profesional dan tidak attention to details. Selain itu informasi yang disampaikan di CV tidak bisa tersampaikan dengan baik. Saat kamu selesai membuat CV, coba baca dan cek kembali.

CV yang ideal adalah berformat ATS

Bayangkan saja jika sebuah perusahaan membuka lowongan kerja, namun yang daftar bisa mencapai ratusan, ribuan, bahkan lebih? Gak mungkin dong HRD screening satu per satu. Biasanya HRD perusahaan besar menggunakan sistem ATS untuk screening. Pernah dengar?

ATS adalah singkatan dari Applicant Tracking System, yaitu sebuah sistem yang dapat membantu pekerjaan HRD dalam menyeleksi CV pelamar dalam jumlah banyak, namun dengan waktu yang singkat.

Jadi, ATS akan melakukan scanning atau membaca CV kamu. ATS akan menyaring CV yang masuk dan merekap skor CV berdasarkan skill atau keyword yang terdapat di dalamnya.

Gimana, sudah siap melamar perusahaan impian? Tidak hanya dengan CV yang menarik saja, namun juga persiapkan diri dan mental jika dipanggil wawancara nantinya. Semoga sukses dan beruntung, ya!
© Web Promo Indonesia. All rights reserved. Developed by Jago Desain